Animisme dan Dinamisme Masyarakat Sunda

BANDUNGJURNAL NEWS–Sistem kepercayaan animisme dan dinamisme, tidak bias dipisahkan dari kebudayaan masyarakat Indonesia. Hal tersebut bias kita lihat dari setiap kegiatan yang dilaksanakan di Situs Rumah Adat Sunda bumi Alit Kabuyutan, di Kp. Batukarut Desa Arjasari Kec. Banjaran Kab. Bandung Selatan. Di situs yang dilindungi pemerintah sebagai cagar budaya ini, sering diadakan ritual-ritual yang berkenaan dengan kepercayaan animisme dan dinamisme.

Sayangnya, informasi yang didapat mengenai hal tersebut tidak didapat dari juru kunci situs, tapi dari warga sekitar. Berdasarkan penuturan Ibu Wiwit, warga di sekitar situs, banyak warga yang sengaja datang ke situs rumah adat sunda bumi alit kabuyutan untuk bersemedi. “Seuseurna nu semedi di dieu teh, biasana mah hoyong enggal gaduh jodo sareng hoyong usahana lancer” (kebanyakan yang semedi di sini, biasanya ingin sepat punya jodoh dan ingin usahanya lancar), ujar Wiwit. Ibu yang berusia 53 tahun ini juga menambahkan bahwa di situs yang sudah berusia ratusan tahun ini juga diadakan upacara pencucian benda pusaka atau warga sekitar menyebutnya ngarumat yang rutin dilakukan setiap Maulid Nabi.

Penjelasan lebih lanjut mengenai kegiatan semedi yang sering dilakukan di situs yang diyakini sebagai awal mula lahirnya kampung Lebak Wangi dan Batu Karut, diperoleh dari Deni Mulyana yang juga merupakan warga sekitar. Menurut penuturan pria yang juga pernah bersemedi di situs yang dianggap keramat ini, kegiatan semedi yang dilakukan diantaranya sholat, wirid dan berdoa. Selama tiga malam kegiatan semedi itu dilakukan oleh pria yang berprofesi sebagai pedagang ini. Untuk melengkapi semedi, diharuskan membawa sesajen seperti kopi pahit, kelapa muda, telur ayam kampong dll. Dari kegiatan semedi yang dilakukannya itu, Deni meyakini apa yang menjadi keinginannya menjadi berupa usaha yang lancar bisa tekabul.

Masih menurut penuturan Deni, ngarumat (mencuci benda pusaka) menjadi momen yang ditunggu warga kampungb Lebak Wangi dan Batu Karut. Upacara ngarumat yang dilaksanakan setiap Maulid Nabi ini menjadi kesempatan kedua kampong untuk bersilaturahmi. Upacara ngarumat diawali dengan pencucian sumbul, yaitu benda berbentuk bulat yang tak seorang pun tahu apa isi dari sumbul itu. Setelah sumbul selesai dicuci barulah benda pusaka lainnya yang tersimpan di dalam situs ikut dicuci, diantaranya, gobang, kujang, keris, pedang, wangkingan dan sekin. Benda-benda pusaka tersebut kembali dibungkus dan disimpan di dalam situs. Alat music gamelan dan goong rtenteng juga ikut dikeluarkan untuk dicuci. Hal yang paling ditunggu warga yaitu saat air bekas cucian benda pusaka itu dibagikan kepada warga. Warga yang sudah mempersiapkan wadah untuk menampung air berebut untuk mendapat air bekas cucia benda pusaka yang diyakini membawa berkah. Hal lainnya yang ditunggu warga yaitu, saat acara makan tumpeng. Tumpeng yang sebelumnya dibawa warga, baru bisa dimakan beramai-ramai, setelah acara doa bersama yang dipimpin ustadz selesai.

Warga berebut meminta air bekas cucian benda-benda pusaka.

Kebiasaan masyarakat yang masih memegang teguh kepercayaan animisme dan dinamisme, merupakan satu cirri kebudayaan Indonesia. Selama tidak mengangu ajaran agama dan akidah, kebudayaan masih harus dipertahankan, karena kebudayaan tersebut merupakan warisan dari nenek moyang kita dahulu. (Iwan Setiawan)

Iklan

13 Komentar

Filed under Berita, Budaya

13 responses to “Animisme dan Dinamisme Masyarakat Sunda

  1. Ping-balik: Berita hangat yang sedang di bicarakan di Wordpress « My Blog Ceritaku

  2. Ternyata masih ada ya yang seperti itu? Lokasi dekat pula dari posisi saya saat ini.

  3. arkandas

    salam kenal. Ditunggu kunjungan balik k blog saya ya

  4. amat

    tua mana sih peradaban animisme dan dinamisme dibandingkan dengan agama dan aqidahnya. Yang salah siapa ?

  5. sangat susah menghilangkan budaya2 seperti itu..ya semoga kitas semua slalu bisa saling mengingatkan..mana yang benar..dan mana yang salah…

    http://sendit.wordpress.com

  6. sangat susah menghilangkan budaya2 seperti itu..ya semoga kita semua slalu bisa saling mengingatkan..mana yang benar..dan mana yang salah…

    http://sendit.wordpress.com

  7. hari gini ko masih mempertahankan animisme dan dinamisme ?

  8. chualim

    Betul ngak yah,?

    Salam kenal mas,
    saya ada sedikit info menarik bagi yang mau dapat uang dari internet, lihat aja di blog saya http://chualim.wordpress.com yg berjudul Mau 0,45/jam, pembayaran lewat pos (check) atau lewat Paypal. Mas jg blh menyebarkan info ini pada teman2 mas. Thanks

  9. Sy orang sunda tulen tp … ga mengenal… kbiasaan spt yg ditulis d atas..

  10. ..Kebiasaan masyarakat yang masih memegang teguh kepercayaan animisme dan dinamisme, merupakan satu cirri kebudayaan Indonesia. Selama tidak mengangu ajaran agama dan akidah, kebudayaan masih harus dipertahankan, karena kebudayaan tersebut merupakan warisan dari nenek moyang kita dahulu…..

    Animisme dan Dinamisme jelas sekali bertentangan dengan ajarang agama yang mengakui akan adanyaTuhan Yang Esa tak berbentuk dan tak berwujud serta bentuk peribadatan yang tidak menggunakan media semacam sesaji atau media pelantara, jadinya jika itu dilakukan oleh seorang muslim jelas sekali wajib kita ingatkan karena itu salah

    Agama selalu mengingatkan agar kita jangan membiarkan sebuah perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama, karena bila kita cuek dengan alasan toh tidak mengganggu kita maka kita bagian dari perbuatan itu….

  11. Kepercayaan seperti itu bukan cuma ada di Sunda, hampir setiap pelosok negeri ini ada kepercayaan seperti itu 🙂

  12. wah.wah.. saya baru tau ada yang begitu di bandung..
    kalo di baduy sih, mungkin2 aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s