“Sate Anggrek” Emang Menggoda

Kepulan asap memenuhi persimpangan di antara Jalan Anggrek dan Jalan RE Martadinata. Sekilas seperti sedang terjadi kebakaran. Namun ketika asap itu menusuk hidung terciumlah aroma daging kambing yang tengah dibakar. Di atas tungku pembakaran yang panjangnya sekitar 7 meteran itu, tumpukan sate berjajar mengeluarkan aroma kelezatan. Sebuah pemandangan di sore Ramadhan yang menggoda.

 Beberapa orang hilir mudik keluar masuk, bahkan ada beberapa orang yang mengantri di depan tempat pemesanan, dan semua kursi pun terisi, ramai sekali sore itu. Semua kelas sosial dan usia tumplek dengan satu tujuan: menikmati kelezatan Sate Anggrek.

Sepulang kerja asyiknya memang berkumpul dulu bersama teman-teman sambil mengisi perut dan  mengobrol sekedar melepas lelah. Seperti yang dilakukan Andi (28) dan kawan-kawannya sore itu di Sate Anggrek yang sudah berlangganan selama dua tahun. Ia memilih Sate Anggrek sebagai tempat favoritnya karena tempat ini menawarkan kelezatan sate Madura, juga tempatnya yang di kaki lima itu seolah menawarkan obrolan khas kaki lima, mencair bebas tanpa kelas.

 ”Di sini satenya enak walaupun tempatnya biasa saja seperti warung-warung kaki lima lainnya, tapi justru itulah yang kami cari, lebih santai jauh dari formalitas,” jelas Andi yang seorang karyawan swasta itu.

 Lain halnya dengan Rizki (19) dan Ratu (18), pasangan muda mudi ini memilih jajanan di Sate Anggrek bukan hanya sekadar kelezatan rasanya saja, tetapi juga karena harganya yang memang cukup murah, “Dengan uang 10 ribu rupiah saja kita sudah bisa makan satu porsi sate” kata Ratu, “Selain harganya murah dagingnya juga lumayan enak, pokoknya selera mahasiswa banget,” lanjut Rizki.

 Sate Anggrek, begitulah orang-orang menyebutnya yang diambil dari nama jalan tempat sate itu berjualan yaitu jalan Anggrek. Walaupun nama sebenarnya adalah “Sate Mirah”. Sesuai dengan namanya, Sate Mirah (Murah, red.) memang harganya benar-benar murah, untuk satu porsi sate kambing atau ayam kita cukup mengeluarkan kocek 10 ribu saja.

 Tak hanya itu “Sate Mirah” juga menyediakan menu lain seperti sate telur dan soto ayam. Untuk soto ayam harganya sama dengan sate kambing dan ayam yaitu 10 ribu per porsi namun untuk sate telur harganya berbeda, 20 ribu per porsi. Sate telur ini yakni kuning telur rebus yang diambil dari ayam muda, dalam satu tusakan terdiri dari satu bulatan kuning telur diapit dengan sate kambing, apabila disajikan dengan bumbu khusus akan menawarkan rasa yang berbeda.

 Kedai sate milik Pak Ahmad (44)  ini sudah berdiri sejak 1980, awalnya yang berjualan sate masih orang tuanya sendiri. Jadi bisa dibilang Sate Anggrek adalah bisnis yang dilakukan secara turun temurun sebagai warisan orang tuanya. Menurut Ahmad orang tuanya sengaja menempelkan lebel nama itu di tempat satenya supaya orang-orang penasaran untuk mencobanya.

 “Sengaja kami memilih nama itu supaya orang-orang penasaran,” ungkap Ahmad di sela-sela kesibukannya. Nama itu digunakan Ahmad sebagai strategi untuk menjaring pasar, disadari atau tidak nama itu berhasil membuat orang berdatangan ke tempat itu, yang mulai buka pukul 16.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Ahmad mengaku sanggup menghabiskan 5.000-7.000 tusuk sate. Tak heran bila tempat itu tak henti-hentinya didatangi pengunjung.

 Saking ramainya, Ahmad memerlukan bantuan 12 orang pegawai, 7 orang tukang bakar, 4 orang yang melayani pelanggan dan 1 orang mengurusi pembayaran. Walaupun demikian mereka masih kewalahan dengan banyak para pelanggan yang tak henti-hentinya berdatangan.

 Racikan khas sate madura berikut harga yang murah meriah mungkin menjadi kekhasan tersendiri bagi Sate Anggrek, tempat ini akan menjadi alternatif lain bagi warga Bandung untuk ngumpul atau sekedar menambah cita rasa bagi para pecinta kuliner.* [Irvan Nugraha]

 Sumber:  Bandung-News

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi, Feature

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s